Laman

Google+ Badge

Senin, 22 Juli 2013

DOA YANG SIA-SIA

Dalam surah al-Baqarah ayat 186 Allah SWT berfirman yang artinya :
"Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang memdoa apabila ia berdoa kepada-Ku....."

Syeikh Syaqiq El Balakhi meriwayatkan bahwa ketika Ibrahim bin Adham sedang jalan-lalan di kota Bashrah, dia ditanya oleh penduduk kota Bashrah itu,"Ya Ibrahim, kenapa doa kami tidk di ijabah lagi, padahal bukankah Allah telah berfirman dalam Al-Quran, Apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tantang Aku, maka(jawablah) bahwasanya aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdo kepada-Ku..."(2:186)
Ibrahim memberi jawaban kepada mereka, "Wahai penduduk Bashrah, itu disebabkan hati kalian telah mati oleh sepulah perkara. Jika demikian, bagaimana Allah akan mengindahkan  doa kalian ?
Penduduk Bashrah berfikir sejenak mencari tahu mengenai sepuluh perkara tersebut, tetapi mereka belum uga memperoleh jawabannya. Maka mereka bertanya kembali kepada Ibrahim, " Ya Ibrahim , apa sepuluh perkara itu ?
"Kesepuluh perkara yang menghambat doa kalian itu, jawab Ibrahim ,"ialah :
1. Kalian telah mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya
2. Kalian telah membaca al- Quran , tapi tidak men gamalkan isinya
3. Kalian mengaku cinta pada Rasul SAW, tetapi meninggalkan sunnahnya
4. Kalian mengakuj benci pada setan, tetapi mematuhi ajakannya
5. Kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak memenuhi syarat-syaratnya
6. Kalian ingin selamat dari api neraka, tetapi kalin menjerumuskan diri ke dalamnya
7. Kalian meyakini bahwa kematian itu suatu kepastian, tetapi kalian tidak pernah mempersiapkan diri menghadapinya
8. Kalian sibuk mengurus keburukan orang, tetapi kalian mengabaikan keburukan diri sendiri
9. Setiap waktu kalian mengubur orang mati, tetapi setiap kali itu pula tidak pernah merenunginya;
10.Kalian telah menikmati nikmat Allah, tetapi tidak pernah mensyukurinya".

Dari kisah di atas dapat kita ambil pelajaran untuk introspeksi diri, tazkiyatun nafsi, untuk tidak bmelakukan apa yang dilarang oleh Allah.
Semoga............... (percikan hati nurani)